Menu Home

Pesan Yeshua – Jalan Ketiga

14441194_858072744322678_6508251008215605934_n

The Third Way
Pamela Kribbe menjadi channel/penyalur Yeshua

Teman-teman sayang,
Saya Yeshua. Saya bersama kalian. Menembus batasan-batasan ruang dan waktu, saya berdiri di samping kalian; rasakanlah saya dalam hati kalian. Saya begitu terbiasa menjadi manusia – ketinggian dan kedalamannya. Saya telah mengalami seluruh bidang perasaan manusia, dan di dalam dunia keekstreman itu, saya akhirnya menemukan jalan keluar; sebuah jalur untuk cara pandang yang berbeda terhadap hal-hal – sebuah jalan yang menciptakan ketenangan dan kedamaian dalam hati kalian

Tentang jalan keluar ini, jalur inilah, yang ingin saya bicarakan dengan kalian hari ini. Banyak di antara kalian menemukan diri kalian terjebak dalam dilema; sebuah perjuangan kalian dengan diri kalian sendiri. Ada sebuah gagasan yang hidup dalam pikiran kalian, bahwa kalian harus menjadi lebih baik, dan berbeda dibanding apa kalian adanya sekarang. Dimana kalian harus lebih berkembang, lebih suci, lebih dapat mengikuti aturan-aturan tertentu, memiliki ideal yang lebih tinggi bagi diri kalian sendiri – tapi ini adalah ideal yang salah. Semua ini bekerja dalam diri kalian berdasarkan gagasan bahwa kalian tidak baik seperti kalian apa adanya; bahwa ada sesuatu yang lain; dimana kalian harus memiliki kekuatan untuk mengubah diri kalian sendiri; dimana kalian harus memiliki pengawasan atas fakta bahwa kalian adalah manusia. Ini adalah gagasan lama, dan hal yang telah kalian alami sepenuhnya dalam era yang sangat tua.

Gagasan ini eksis, sebagian, di Atlantis, dimana kalian mengembangkan mata ketiga, dan dimana kalian mengalaminya sebagai pusat observasi dalam kepala kalian. Dari mata ketiga itu kalian dapat mengetahui, dan dari sana juga, kalian telah ingin melakukan intervensi, membentuk kehidupan sesuai keinginan-keinginan kalian. Ada kecenderungan tertentu menentang dominasi dalam kalian, tapi tendensi ini juga diinspirasi oleh konsep kalian akan kebenaran. Kalian memiliki gagasan dimana kalian bertindak atas dasar prinsip-prinsip lebih tinggi, sehingga apa yang kalian lakukan adalah “baik” – dan itu selalu demikian. Kekuatan selalu terselubung oleh gagasan-gagasan yang dipikir adalah baik. Seluruh ideologi yang kemudian dibentuk di sekeliling gagasan tersebut, membuat pandangan dunia yang tampaknya sebagai mengupayakan untuk apa yang baik, sementara dalam intinya, kalian sedang berusaha untuk mengawasi hidup – baik dalam diri kalian maupun dalam diri orang lain.

Kekuatan menyesatkan – ia memutus kalian dari arus alami kehidupan yang hadir dalam setiap makhluk hidup. Kekuatan memberi kalian gagasan bahwa kalian dapat membentuk kehidupan agar sesuai dengan tujuan-tujuan kalian, tapi konsep itu didasarkan atas ilusi. Hidup, seperti yang kalian ketahui, tidak dapat dibentuk dengan cara itu, dan bukan ditentukan oleh alasan, atau oleh keinginan, atau dari mata ketiga. Hidup tidak dapat cocok dimasukkan dalam suatu pandangan dunia atau sebuah sistem, dan itu tidak dapat diorganisir berdasarkan proses mental.

Untuk jangka waktu lama, kalian masuk dalam pertarungan dengan kemanusiaan kalian – kondisi manusia. Banyak jalur spiritual didasarkan pada gagasan bahwa kalian harus bekerja untuk diri kalian sendiri, bahwa kalian harus meningkatkan diri kalian sendiri, dan dimana kalian harus menetapkan bagi diri kalian sendiri sebuah jalur terencana bagi tindakan yang akan membawa kalian pada sebuah situasi ideal. Tapi gagasan ini menciptakan begitu banyak perjuangan batin. Jika kalian memulai dengan gagasan ideal yang diminta, kalian menetapkan standar-standar di atas kalian sendiri yang mana di dalam diri, kalian sangat mengetahui bahwa kalian tidak dapat atau tidak mampu mencapainya – jadi kalian gagal sejak awal.

Rasakan sekarang, energi dari cara berpikir semacam ini; apa yang kalian lakukan terhadap diri kalian sendiri, energi apa yang datang dari kebutuhan menetapkan, dari permintaan untuk meningkatkan diri kalian sendiri, dan dari keinginan untuk mengatur kehidupan, emosi-emosi kalian dan pikiran-pikiran kalian. Rasakanlah energi dari ingin mengawasi hal-hal. Apakah itu energi yang mencintai? Seringkali energi itu terlihat seperti cinta, sebagai yang baik dan sebenarnya, tapi kekuatan selalu menyembunyikan dirinya sendiri dengan cara ini, sehingga lebih mudah bagi orang-orang untuk menerimanya. Kekuatan tidak ingin menunjukkan wajahnya secara terbuka; kekuatan menyesatkan melalui pikiran. Itu sebabnya mengapa lebih baik tidak berpikir tentang itu, tapi untuk merasakan apa yang sedang dilakukan keinginan untuk mengawasi hidup terhadap kalian. Lihatlah diri kalian sendiri dalam kehidupan sehari-hari, dalam saat ini, dalam kehidupan kalian sekarang. Berapa sering kalian masih bertempur dengan diri kalian sendiri, apakah kalian mengecam apa yang muncul dalam diri kalian, apa yang secara alami melonjak dalam diri kalian dan ingin mengalir? Dalam kondisi penghakiman ini terdapat energi yang mengritik, suatu kedinginan: “ini seharusnya tidak begini, ini salah, ini perlu untuk pergi”. Rasakanlah energi ini – apakah itu menolong kalian?

Saya sekarang ingin membawa kalian pada cara berbeda untuk melihat pada diri kalian sendiri: sebuah tempat dimana perubahan dapat terjadi, tapi tanpa bertempur, tanpa menjegal dengan keras dirimu sendiri. Untuk menjelaskan ini, biarkan saya memberi kalian sebuah contoh. Bayangkah bahwa sesuatu terjadi dalam hidupmu yang memicu rasa marah atau tidak enak dalam dirimu – apapun yang ingin kalian sebutkan. Sekarang, kalian dapat bereaksi terhadap kemarahan itu dalam berbagai cara. Jika kalian tidak terbiasa melakukan refleksi atas emosi-emosi kalian, dan reaksi-reaksi kalian sangat primer, maka di sana tidak ada apapun di sana kecuali marah – kalian marah, selesai. Kalian tenggelam di dalamnya, dan kalian mengidentifikasinya dengan kemarahan. Seringkali itu kemudian terjadi dimana kalian meletakkan penyebab kemarahan di luar diri kalian sendiri – kalian memproyeksikan kesalahan terhadap orang lain. Seseorang yang lain ini melakukan kesalahan dan kesalahannya itulah yang membuat kalian marah. Ini adalah reaksi primer yang paling sering – kalian mengidentifikasi dengan kemarahan kalian, kalian adalah marah.

Kemungkinan lain adalah apa yang saya sebut cara kedua untuk bereaksi. Kalian marah dan secara langsung ada suara di kepala kalian yang berkata, “ini seharusnya tidak terjadi; ini salah; hal yang tidak baik dimana saya menjadi marah; Saya harus menekan ini.” Bisa jadi dimana menekan kemarahan kalian, telah diajarkan kepada kalian melalui cara kalian dididik secara relijius atau dari perspektif masyarakat. Misalnya; lebih baik, lebih ramah, lebih bermoral untuk tidak menunjukkan kemarahan kalian terhadap orang lain. Itu secara khusus diterapkan pada perempuan, dimana bukan hal yang pada tempatnya mengekspresikan kemarahan secara terbuka – itu tidak feminin.

Ada banyak jenis gagasan yang telah kalian terima sebagai nasihat, yang membuat kalian menghakimi kemarahan dalam diri kalian sendiri. Lalu apa yang terjadi? Ada kemarahan di dalam kalian, dan segera adalah opini yang muncul terhadapnya: “ini tidak diijinkan, ini salah.” Kemarahan kalian menjadi sisi bayang-bayang kalian karena, artinya secara tertulis, itu tidak boleh masuk ke dalam Cahaya – itu tidak boleh terlihat. Apa yang terjadi pada kemarahan jika kalian menekannya dengan cara ini? Ia tidak akan menghilang, ia pergi ke balik punggung kalian untuk mempengaruhi kalian dengan cara-cara lain; itu mungkin menyebabkan kalian menjadi takut dan cemas. Kalian tidak dapat menggunakan kekuatan yang tersimpan dalam kemarahan, karena kalian tidak mengijinkan diri kalian sendiri untuk menggunakannya. Kalian mungkin menunjukkan sisi kalian yang manis, ramah, suka menolong, tapi bukan yang berapi-api, sisi yang marah – sisi yang memberontak dari diri kalian sendiri. Jadi kemarahan menjadi terkunci di dalamnya, dan kalian pikir kalian berbeda dari orang lain karena kalian memiliki perasaan-perasaan ini, jadi kalian bahkan dapat mulai menjauhkan diri kalian dari orang lain. Dalam setiap kasus, ini menciptakan konflik hebat dalam diri kalian sendiri, dan tampaknya antara dua pribadi, pribadi Cahaya dan pribadi Gelap. Sementara itu kalian terjebak dalam permainan yang menyakitkan ini, dan hal tersebut menyakiti batin, karena kalian tidak dapat mengekspresikan diri kalian sendiri. Penghakiman inilah yang membatasi kalian.

Apakah kalian benar-benar menjadi orang yang lebih baik karena reaksi ini? Apakah menekan emosi-emosi kalian sendiri akan membawa kalian pada kedamaian ideal, manusia yang penuh cinta? Jika saya menggambarkan ini semua kepada kalian, kalian dapat melihat dengan sangat jelas, bahwa tipe reaksi semacam ini tidak berfungsi – itu tidak membawa pada damai yang sebenarnya, pada keseimbangan batin yang sebenarnya. Namun kalian melakukan ini semua terhadap diri kalian sendiri. Sangat sering kalian membungkam emosi-emosi kalian, karena itu tidak baik menurut moral yang kalian pegang, dan kalian tidak mempertimbangkan moral-moral ini – dari mana mereka datang, dan oleh siapa atau oleh apa mereka telah dicekokkan kepada kalian. Jadi ini yang saya anjurkan kepada kalian: untuk tidak berpikir tentang itu, tapi untuk merasakannya. Rasakan bagaimana energi yang berada dalam penghakiman membakar dirimu sendiri, dengan imej-imej tentang apa yang yang ideal dan apa yang “seharusnya dilakukan”, yang kadang-kadang muncul dari motif-motif yang tampaknya sangat tinggi – biarkan itu demikian. Kalian tidak menjadi tercerahkan dengan menahan emosi-emosi kalian dan dengan menekan mereka secara sistematis.

Ada cara ketiga – cara ketiga untuk mengalami emosi-emosi manusia kalian sendiri. Cara pertama adalah mengidentifikasi secara total dengan kemarahan kalian, seperti pada contoh sebelumnya. Cara kedua adalah dengan mendesaknya, untuk menekannya dan mengecamnya. Cara ketiga adalah untuk mengijinkannya – untuk membiarkan dan untuk mengubahnya. Itulah apa yang dilakukan kesadaran. Kesadaran yang saya bicarakan, tidak menghakimi – itu adalah kondisi keberadaan. Itu adalah cara mengobservasi, yang sekaligus adalah cara yang kreatif. Sekarang, banyak tradisi spiritual mengatakan: sadarilah diri kalian sendiri, itu cukup. Tapi kemudian kalian bertanya-tanya: bagaimana itu mungkin? Bagaimana perhatian murni terhadap diri saya sendiri dapat menyebabkan perubahan dalam arus emosi-emosi saya? Kalian perlu mengerti bahwa kesadaran adalah sesuatu yang sangat kuat. Itu jauh lebih dari sekedar mendaftar secara pasif emosi-emosi – kesadaran adalah kekuatan penciptaan yang kuat.

Sekarang bayangkan kembali bahwa sesuatu di dunia luar memicu emosi yang kuat dalam diri kalian – misalnya, kemarahan. Ketika kalian menghadapinya secara sadar, kalian mengamatinya secara penuh dalam diri kalian sendiri. Kalian tidak melakukan apapun untuk itu, sementara pada waktu yang sama kalian tetap mengamati dan memperhatikan. Kalian tidak lebih lama mengidentifikasi diri dengan kemarahan, kalian tidak kehilangan diri kalian di dalamnya, kalian hanya mengijinkan marah untuk menjadi apa adanya. Ini adalah kondisi melepaskan, tapi melepaskan yang memerlukan kekuatan besar, karena segala yang kalian pelajari membawa kalian untuk tertarik ke dalam situasi perasaan kalian, di dalam emosi kemarahan atau ketakutan. Dan untuk membuatnya menjadi lebih rumit, kalian juga tertarik ke dalam penghakiman tentang kemarahan atau ketakutan. Jadi kalian tertarik ke dalam dua cara dan tertarik keluar dari kesadaran, jalan keluar yang saya sebutkan di awal teks: jalan keluar yang merupakan jalan menuju kedamaian batin. Cara-cara yang biasa kalian gunakan untuk menghadapi emosi-emosi, menarik kalian keluar dari titik pusat tersebut, keluar dari kesadaran, tapi ini adalah satu-satunya jalan keluar. Hanya dengan mengamati dengan tenang terhadap seluruh cakupan emosi, kalian tidak menjadi tidak sadar, kalian tetap sepenuhnya hadir. Kalian tidak membiarkan diri kalian tertarik dalam – emosi-emosi ataupun dalam penghakiman tentang emosi itu. Kalian melihat kepadanya dengan penuh kesadaran dan dengan perasaan yang lembut: ”ini yang terjadi dalam diri saya”.

“Saya mengetahui kemarahan muncul dalam diri saya; Saya merasakan itu mengalir melalui tubuh saya.” “Perut saya bereaksi, atau hati saya; pikiran-pikiran saya bergejolak untuk menghakimi penyebab-penyebab bagi emosi saya.” “Pikiran-pikiran saya memberitahu saya bahwa saya benar dan bukan orang yang lain.” Semua ini dapat kalian ketahui terjadi, ketika kalian menyelidiki diri kalian sendiri, tapi kalian tidak ikut terhanyut dengan itu. Kalian tidak tertarik ke dalamnya; kalian tidak tenggelam. Itu adalah kesadaran – ini adalah kejelasan pikiran. Dan dengan cara ini kalian menenangkan sisa-sisa setan jahat dalam hidup kalian: ketakutan, kemarahan, ketidakpercayaan. Kalian memberi mereka kekuatan ketika kalian mengidentifikasi dengan mereka, atau jika kalian memerangi mereka dengan penghakiman – dengan cara sedemikian rupa kalian memberi mereka nutrisi. Satu-satunya cara untuk mentransformasi mereka adalah melampaui mereka, sedemikian rupa, dengan kesadaran kalian – bukan dengan memerangi mereka, tapi hanya dengan membiarkan mereka ada apa adanya.

Apa yang terjadi pada kalian? Kesadaran bukanlah sesuatu yang statis; hal-hal tidak tetap sama seperti apa adanya. Kalian akan mengetahui bahwa jika kalian tidak memberi makan energi dari emosi atau tidak memberi penghakiman kalian untuk itu, mereka akan berangsur-angsur menghilang. Dengan kata lain, keseimbangan kalian menjadi lebih kuat; perasaan dasar kalian menjadi lebih damai dan sukacita. Karena jika tidak lebih lama lagi berlangsung pertempuran dalam hati kalian dan dalam jiwa kalian, sukacita meluap naik. Kalian melihat hidup dengan mata yang lebih baik hati. Kalian melihat gerakan emosi-emosi dalam tubuh kalian dan kalian menyelidikinya. Kalian juga mengamati pikiran-pikiran yang mulai berlomba melalui kepala kalian, dengan sebuah pandangan yang lembut dan baik. Ketahuilah bahwa kemampuan untuk mengamati dan tidak lagi tertelan, adalah sesuatu yang sangat penuh daya dan kuat. Inilah maksud dari semua itu: inilah jalan keluar!

Saya sekarang ingin meminta kalian, pada saat ini, untuk mengalami kekuatan dari kesadaran kalian sendiri – keberadaan murni – dan pembebasan dengan cara mengijinkan kalian untuk merasakan bahwa tidak ada yang perlu kalian ubah dalam diri kalian sendiri. Singkirkanlah penghakiman yang salah. Biarkan emosi-emosi mengalir dan jangan menekan mereka – mereka adalah bagian dari kalian dan sejumlah dari mereka memiliki pesan. Tanyalah kepada diri kalian sendiri apakah kalian memiliki emosi yang membuat kalian takut, yang mengganggumu, yang kamu perangi? Mungkin emosi yang merupakan tabu bagimu? Ijinkanlah itu sekarang untuk maju ke depan dalam bentuk seorang anak atau seekor binatang – untuk mewakili dirinya sendiri; untuk menampilkan dirinya. Anak itu mungkin mengekspresikan dirinya secara lengkap, atau juga mungkin ada yang tidak lengkap padanya. Apapun yang terjadi ia harus diijinkan melakukan apapun yang ingin ia lakukan, dan untuk memberitahu kepadamu apa yang ia rasakan. Kalian adalah kesadaran yang melihat dan mengatakan, “Ya, saya ingin melihat kamu; Saya ingin mendengar kisahmu, ceritakanlah.” “Ceritakanlah kepada saya kisahmu, karena itu adalah kebenaranmu; itu mungkin bukan Kebenaran, tapi saya ingin mendengar kisahmu.” Alamilah emosi-emosi kalian dengan cara itu dan jangan mengecam mereka. Biarkan mereka datang dan berbicara kepada kalian. Layanilah mereka dengan kebaikan seorang tua yang bijaksana, dan amatilah apa yang anak atau binatang itu bawa. Seringkali di dalam emosi negatif tersembunyi sebuah kekuatan kehidupan murni yang ingin muncul, yang telah lama hampir mati tercekik oleh semua kecaman atau penghakiman. Biarkan anak kecil atau binatang ini datang mendekati kalian. Mungkin ia mengubah penampilannya sekarang – terimalah itu dengan keterbukaan penuh cinta kasih.

Kesadaran mengubah – itu adalah alat utama untuk perubahan, meskipun pada waktu yang sama, ia tidak ingin mengubah apapun. Kesadaran mengatakan, “Ya – ya untuk apa adanya!” Ia bersikap terbuka dan menerima untuk apa yang ada di sana, dan ini mengubah segalanya, karena hal itu membebaskan kalian. Kalian sekarang bebas – tidak lebih lama lagi berada di bawah kekuasan emosi-emosi kalian atau penghakiman kalian terhadap mereka. Dengan membiarkan mereka ada, mereka kehilangan pengawasannya atas kalian. Tentu saja, kadang-kadang masih terjadi dimana kalian terbanjiri oleh emosi-emosi dan penghakiman kalian – ini manusiawi. Cobalah tidak terjebak di sana dan jangan menghukum diri kalian sendiri karena itu: “minta ampun, saya masih belum mencapai Kesadaran yang Jernih – saya tentunya sudah melakukan kesalahan.” Jika kalian melakukan ini, kalian kembali mulai menggulirkan bola penghakiman. Kalian dapat selalu kembali ke pintu keluar, kembali ke kedamaian, dengan tidak memerangi diri kalian sendiri. Amatilah apa yang ada di sana, dan jangan membuat kesalahan: tidak menjadi tertarik ke dalamnya adalah kekuatan yang besar. Itu adalah kekuatan spiritualitas yang murni. Spiritualitas murni bukanlah moralitas – itu adalah cara dari keberadaan.

© Pamela Kribbe 2012
Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans
http://www.jeshua.net/id

Categories: Allgemein channeling Spiritual Yeshua

kosmosindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: