Menu Home

Kekuatan Dalam Perut

chakra-1063278_640

Pamela men-channel Maria Magdalena

Teman-teman sayang,

saya adalah Maria Magdalena. Saya menyapa kalian semua dengan kehangatan dan kegembiraan di hati. Kalian sudah saya kenal dan begitu akrab. Kita adalah saudara sejiwa dan menempuh jalan yang sama, semua dengan cara kita masing-masing. Kini saya ingin berbicara tentang energi perempuan dan bagaimana energi ini pada saat ini dapat berkembang, karena itu bermakna demi perubahan kesadaran yang harus dilalui kehidupan manusia sebagai keseluruhan. Ada kebutuhan akan keseimbangan antara energi pria dan energi perempuan. Baik di dunia sebagai keseluruhan, demikian juga pada masing-masing manusia. Energi perempuan untuk waktu yang lama mengalami penekanan, kerusakan dan terluka, dan itu menyebabkan dominasi sepihak energi laki-laki. Bila memandang sekilas tampak sepertinya keseimbangan sudah kembali terbentuk. Di banyak negara, perempuan hampir memiliki hak yang sama seperti pria. Di bagian dunia tersebut, perempuan dapat bermanifestasi bebas seperti halnya pria, dapat menempuh pendidikan dan memiliki peluang meniti karir, menempati posisi jabatan dan mengumpulkan kekayaan.

Tapi di tingkat lebih dalam, ada sesuatu kurang pada keseimbangan ini. Karena apa yang sebetulnya terjadi bila perempuan berjuang untuk meraih kesetaraan lewat cara ini adalah, mereka mengambil energi pria yang bersifat mendominasi dan mengawasi sebagai miliknya, dan menggunakannya demi kepentingannya sendiri. Itu tidak salah tapi menimbulkan pertanyaan, apakah itu dapat memuaskan jiwa perempuan secara mendalam. Demikian pula pertanyaan lainnya, apakah jiwa pria dapat terpuaskan secara mendalam dengan meraih kekuasaan dan mendominasi.
Pada saat ini semakin banyak orang mencari kepuasan yang lebih mendalam, mencari hidup berdasarkan inspirasi, mencari hubungan dengan bumi dan orang-orang lainnya, mencari untuk mempercayai hati kalian dibanding ketakutan…itulah hal-hal ideal, yang kini menyentuh hati orang-orang yang lebih muda. Energi pria lama yang mengawasi dan menekan sudah mengalami periode terlamanya. Kini ada sebuah generasi baru, yang berbeda dalam cara berpikir dan merasakan, dan disinilah terletak peluang untuk kebangkitan sesungguhnya dari energi perempuan. Ini tidak hanya menyangkut pembentukan kembali hak-hak sosial politik dan kebebasan bagi perempuan, melainkan menyangkut kesembuhan sebenarnya luka-luka batin yang mendalam, yang terjadi pada jiwanya.

Apa yang terjadi pada masa lalu terhadap energi perempuan?
Energi perempuan menjadi lemah lewat banyak cara, baik melalui kekerasan psikis maupun kekerasan fisik. Untuk itu ada catatan-catatan dalam buku-buku sejarah, itu tidak harus saya paparkan secara rinci di sini. Perhatian saya saat ini terutama tertuju pada apa yang terjadi akibat kekerasan terhadap energi perempuan. Jika kalian mengamati aura perempuan secara kolektif, maksudnya rata-rata medan energi pada perempuan, maka kalian akan melihat bahwa di bagian perut terjadi kekosongan. Di sana terdapat lubang. Di bagian-bagian di bawah pusat energi – chakra dasar (muladhara), chakra pusar (manipura) dan solar plexus atau chakra ulu hati (yakni area di atas pusar) – kosong dan menjadi lemah.

Pada banyak perempuan di sana, juga walaupun kadang setengah tidak disadari, ada perasaan tidak berharga, tidak bermartabat, ketakutan dan ketidakamanan. Kekuatan sebenarnya perut perempuan adalah vital dan membumi: secara alami perempuan menyadari hubungan dengan bumi, menyadari irama musim demi musim, dan dalam hatinya mereka membawa kebijaksanaan lewat perasaan yang wajar menghargai diri sendiri dan memperhatikan dirinya sendiri dalam hati. Seiring perjalanan dari abad ke abad hal itu menghilang, dan tanpa adanya landasan, kekuatan perut yang alami, perempuan tidak dapat menghubungkan hatinya secara seimbang dengan dunia di sekitarnya. Yang dimaksud di sini adalah, mereka sering terlalu banyak memberi dan kehilangan dirinya dalam memberi bagi orang lain, dan tidak mampu mengambil ruang bagi dirinya dan menetapkan batasan.

Bila penolakan, kekerasan dan perendahan sampai menembus inti terdalam kalian, maka di sana di medan energi kalian, terjadi sebuah pergeseran, Kesadaran kalian menarik diri dari perut kalian, yang merupakan tempat (sumber) emosi-emosi, hubungan dan intimitas. Seorang perempuan menarik diri dari bagian ini , jika terjadi hal yang terlalu menyakitkan untuk tetap berada di sana. Terjadilah pemilahan pada perempuan itu. Kesadarannya bergerak ke atas dan tetap berada di belahan atas aura. Perasaannya menjadi lebih datar, ini bisa menimbulkan depresi atau rasa lelah dan tidak memiliki energi yang cukup. Dipicu oleh tema trauma kekerasan yang terjadi dan kebingungan emosional yang mendalam yang menjadi penyebabnya, selain hilangnya jati diri, di sana juga timbul kesedihan dan kekosongan. Itu secara singkat apa yang terjadi dalam jiwa perempuan. Juga jika pola semacam ini tidak tampak jelas pada semua perempuan, ini dapat disebut sebagai tendensi umum, yang dapat kita simpulkan sebagai berikut
– pinggul, yang merupakan area emosi, seksualitas dan intimitas dan dari sifat alaminya berhubungan erat dengan Bumi, bisa dibilang kosong. Terasa berbahaya untuk berada di sana, baik karena rasa sakit yang tersimpan sebagai ingatan di sana, maupun karena kekuatan yang terpendam di sana. Hal yang tidak biasa mengijinkan adanya kekuatan ini.
– sebagai dampak menarik diri ini, di seluruh medan energi timbul kesenjangan antara atas dan bawah, antara area hati dan area perut.
– energi hati yang merupakan pusat inspirasi dan cinta kasih, hanya dapat mengalir dalam kondisi yang kurang serta kurang dapat berhubungan dengan dunia dan manusia lainnya. Ada terlalu banyak ketakutan dan ketidakamanan, atau kecenderungan terlalu kuat menjalin hubungan dengan orang lain, sehingga kalian kehilangan diri kalian sendiri dan menjadi tergantung secara emosional pada orang lain.

Juga perempuan yang dalam hidupnya tidak mengalami kekerasan (psikis, jasmani atau seksual), sering menunjukkan pola tersebut. Karena sering dalam sebuah kehidupan atau beberapa kehidupan, terjadi kerusakan pada energi perempuan, yang dalam inkarnasi saat ini belum tersembuhkan sepenuhnya. Dengan demikian kalian ikut membawa pola lama dari kehidupan lain. Selain itu kalian sebagai perempuan, melalui jiwa perempuan secara kolektif, secara umum dipengaruhi dominasi gambaran/imej tentang sosok perempuan dan kumpulan pengalaman dari masa lalu. Setiap perempuan harus berhadapan dengan apa yang saya gambarkan di sini. Bukan hal yang mudah atau alami bagi setiap perempuan untuk memiliki kekuatan perutnya sendiri dan benar-benar hadir dari hati dalam cara yang membumi, sadar akan dirinya.

Yang semakin penting pada saat ini yang merupakan masa transformasi kesadaran, adalah menyembuhkan luka energetis di perut. Jika kalian berkembang di bidang spiritual, dan merasakan adanya desakan hidup sesuai hati dan dari inspirasi mendalam kalian, kalian sebagai perempuan akan menemukan, bahwa kalian membentur ketakutan yang terpendam amat dalam diri kalian. Membuat kalian berbeda dari yang lain, menjadikan diri kalian besar, mengarahkan diri kalian dan menghadapi konflik, semua itu bukan hal yang sewajarnya, dan menghadapkan kalian pada pertanyaan amat mendalam tentang harga diri dan kesetiaan pada diri sendiri. Ini berarti, kalian sebagai perempuan diminta untuk melakukan transformasi sebagian dari rasa sakit batin perempuan secara kolektif. Dengan melihat dan menyembuhkan rasa sakit pada diri sendiri, kalian membuka jalan baru agar kesadaran dapat tumbuh.

Perkembangan spiritual dipandang secara luas sebagai membuka hati kalian, dengan demikian menghubungkan kalian dalam cinta dengan orang lain dan melepaskan ego kalian. Tapi justru bagi perempuan yang mengalami kurangnya kekuatan dalam perut, di sini terancam berbagai jebakan. Karena jika kalian menjalin hubungan dengan orang lain, tanpa kalian dapat mempertahankan dengan baik keberadaan di perut, berada di pusat kalian, dan tanpa bisa menjaga hubungan dengan kebutuhan dan kebenaran kalian, maka hubungan dengan yang lain bisa cepat menyebabkan kehilangan diri sendiri dan bahkan sampai kelelahan. Justru jika kalian memiliki sensibilitas tinggi dan chakra hati yang terbuka, dan mudah merasakan suasana hati dan emosi orang lain, kalian seharusnya memiliki kesadaran yang kokoh tentang batasan-batasan kalian sendiri. Kalian di sini justru membutuhkan ego yang kuat! Dengan ego yang kuat maksud saya, kalian punya kesadaran jelas di mana kalian harus berhenti dan di mana yang lain mulai. Juga yang saya maksud, kalian menyadari kapan kalian terlalu banyak memberi, karena kalian mungkin senang dipandang baik atau kalian tidak berani mengatakan „tidak.“ Merasakan lebih jelas apa yang terjadi pada kalian dalam berinteraksi dengan orang lain, dimungkinkan lewat ego yang sehat. Kata „Ego“ menjadi tercemar, sementara ini kata tersebut memiliki konotasi untuk semua yang bersifat rendah dan harus dilepaskan, tapi justru bagi perempuan, bentuk kesadaran tentang saya dan cara menarik batasan amatlah penting. Bagi pria situasinya agak berbeda.

Pria dididik dengan moral yang berbeda. sebagai anak laki-laki mereka didorong lebih kuat agar berani untuk menyatakan pendapatnya, melakukan persaingan dan membedakan dirinya dari yang lain. Tapi bagi anak laki-laki yang dengan cara itu tidak merasa berada di Rumah, anak laki-laki yang secara alami memiliki perasaan yang peka, penuh pertimbangan atau sifatnya tenang, hal itu dapat amat menyakitkan. Tapi bagaimanapun pria kurang didorong untuk bersifat senang memberi, sementara ambisi serta keinginan untuk mengambil posisi dinilai positif. Juga pada pria ini menyangkut luka-luka energetis, yang terjadi lewat pengalaman-pengalaman di masa lalu. Pria melepaskan diri dari energi perempuannya, dari perasaan dan intuisinya, dan mereka mengalami hal ini sebagai hilangnya kegembiraan, perasaan dan jalinan hubungan. Yang terjadi pada pria lebih sebagai suatu kekosongan di hati dan bukan di perut, dan kekosongan ini menyulitkan mereka seperti halnya perempuan yang mengalami kekosongan di perut. Kedua jenis kelamin mengalami kerusakan melalui tradisi tempat dimana mereka hidup. Meskipun demikian, kalian masing-masing terluka dengan cara yang berbeda dan untuk itu penyembuhan juga berlangsung lewat jalan yang berbeda.

Bagi pria, menekankan perhatian pada pembukaan hati secara umum menguntungkan. Menciptakan hubungan dengan perasaannya, mengijinkan untuk menunjukkan kelemahannya, mengakui energi perempuan dalam dirinya sendiri adalah bagian utama jalan penyembuhan bagi pria. Tapi bagi perempuan dalam banyak hal berlaku kebalikannya. Bagi perempuan jalan menuju penyembuhan diri sendiri justru melalui jujur pada diri sendiri, dengan menetapkan batasan-batasan yang jelas dan menyadari dan memanifestasi bakat mereka yang unik. Secara energetis ini berarti kalian mengintegrasikan energi hati kalian, jiwa kalian, sampai masuk ke tingkat perut kalian. Jadi berarti membawa energi ini sampai jauh ke dalam ke lubang tulang pinggul kalian, yang melambangkan kekuatan primer energi perempuan.

Banyak perempuan menekan emosi kemarahan atau frustrasi dan kekecewaan, karena kemarahan memicu ketakutan atau menimbulkan rasa tidak berdaya. Marah dianggap berbahaya, karena itu mungkin membawa kalian terlibat konflik dengan orang lain. Dan jika kalian merasa tidak mampu membela diri bagi kalian sendiri dan mengungkapkan kemarahan kalian, maka kalian merasa tidak berdaya. Kemudian kemarahan dapat berbalik menjadi depresi, pasivitas dan sinisme. Namun kalian bisa melihat kemarahan sebagai isyarat berharga, di mana sesuatu atau seseorang melanggar batas-batas kalian dan di saat kalian merasa terluka, sebagai sebuah isyarat yang dapat kalian manfaatkan untuk menciptakan perubahan positif dalam hidup kalian. Dengan kalian menyambut rasa gusar, kemarahan, kalian menanggapi secara serius diri kalian sendiri dan dapat mengungkapkan kekuatan yang ada di dalam kemarahan ini secara positif.
Langkah pertama di sini adalah tidak melihat kemarahan, rasa gusar sebagai sesuatu yang buruk dalam diri kalian sendiri dan perasaan itu ada bukan untuk menghakimi kalian. Ini bagi perempuan lebih sulit dibanding bagi pria. Perempuan cenderung terbiasa mengesampingkan dirinya sendiri dan memberi ruang bagi orang lain daripada menuntut batas-batas alami bagi dirinya.

Ini sebabnya mengapa saya ingin menyampaikan kepada perempuan-perempuan yang punya sensibilitas tinggi, yang sedang menempuh jalan spiritual: jagalah kekuatan perutmu, milikilah kekuatan itu, beradalah dengan kokoh di dalam batas-batas dirimu sendiri dan beranilah mengakui dirimu sendiri dan mengambil ruang. Kalian cenderung mengasosiasikan spiritualitas dengan cinta, cahaya dan hubungan, dan itu memang penting secara esensial, tapi hubungan yang seimbang dengan dunia di sekitar kalian tergantung pada kemampuan kalian untuk membedakan antara apa yang benar dan apa yang salah bagi kalian, untuk menarik diri dan menetapkan batasan-batasan jika diperlukan daripada terhanyut dan terhubung tanpa batas. Karena itu kalian perlu menghargai sepenuhnya diri kalian sendiri, kebutuhan kalian sendiri, bakat-bakat kalian, dan semua emosi kalian sendiri.

Saya sendiri hidup pada sebuah masa di mana pengungkapan diri secara bebas oleh perempuan tidak diterima, apalagi dihargai. Saya merasa hubungan yang kuat dengan pesan dari Yeshua bin Josef dan dengan inti Energi Kristus. Saya tergugah lewat kata-katanya, kharismanya dan dalam hidup selalu mengingatkan diri saya secara lebih dalam dan lebih dalam, siapa saya sebenarnya. Selain itu dalam diri saya hidup kegusaran akibat kekuatan-kekuatan penguasa, yang dulu melarang saya menjadi diri saya sendiri yang sesungguhnya: mandiri, penuh energi, punya keinginan sendiri. Saya secara teratur dilemparkan kembali pada diri saya sendiri dan bergelut dengan rasa tidak berdaya dan kemarahan. Perut saya dikuasai dengan energi frustrasi dan di antaranya terpendam rasa rendah diri, keraguan terhadap diri sendiri. Menjadi tugas saya membenahi kekurangan saya akan rasa menghargai diri sendiri dan melepaskan penghakiman-penghakiman dari orang lain.

Ini tantangan besar bagi setiap perempuan. Justru karena perempuan tidak memiliki kekuatan di perut secara penuh, mereka dalam kekosongannya terlalu banyak memberi atau terlalu terhanyut dalam hubungan dengan orang lain, misalnya dengan kekasihnya, dengan anak-anaknya, dengan orang tuanya atau teman-temannya. Tapi kehilangan diri kalian sendiri pada orang lain, sering menjadi pertanda tidak benar-benar merasa berada di rumah dalam diri kalian sendiri, dalam basis kalian sendiri. Jika di sana ada dominasi rasa kekosongan atau merasa asing, ini akan membuat tergoda menggapai kepada orang lain, untuk meringankan perasaan itu. Kalian tampaknya melakukan ini dari cinta, tapi ada juga motif terselubung lainnya. Kalian butuh orang lain agar kalian merasa diterima dan baik. Namun, pertumbuhan spiritual yang sesungguhnya berarti, kalian bertanya pada diri sendiri: Atas dasar motif apa saya menjalin hubungan dengan dunia di sekitar saya, dengan kekasih saya, dengan teman-teman saya, dengan anak-anak saya, dengan orang tua saya?

Sekarang pilihlah salah satu dari hubungan ini dan berilah perhatian terhadap perut kalian. Rasakanlah dari tingkat ini, seberapa besar ruang yang kalian ambil atau terima dalam hubungan ini. Misalnya, bayangkan hubungan dengan kekasih kalian dan tanyalah diri kalian:“Apakah saya merasa benar-benar diterima dalam area perut saya ketika berada bersamanya?“ Lakukan hal yang sama dengan seorang teman perempuan. Bernafaslah dalam-dalam sampai ke pusat kalian ketika berpikir tentang dia dan rasakan respons kalian. Apakah kalian merasa sesuatu yang memblokir atau menahan nafas kalian? Lakukan eksperimen ini sebagai bimbingan meditasi.

Pertanyaan kuncinya adalah: dapatkah perut kamu merasa rileks dalam hubungan ini? Apakah kamu merasa diterima dan kamu bisa bebas untuk menjadi dirimu sendiri? Atau kamu merasa kamu harus melakukan semua usaha dan menempatkan dirimu dalam cara yang tidak alami? Mungkin kamu kehilangan energi untuk orang lain ketika kamu sedang bersama orang lain; maka kesadaranmu akan cepat bergerak naik ke kepala dan kamu meninggalkan landasan dirimu sendiri, perutmu. Jika ini terjadi, jangan menghakimi dirimu, melainkan lihatlah dirimu dengan kejujuran penuh cinta pada ketakutan dirimu sendiri dengan menjadi jujur pada dirimu sendiri dan mengambil ruang bagi dirimu. Dengan mengakui ketakutanmu sendiri, kamu mengubahnya. Dan kamu tidak melakukannya sendirian. Medan energi perempuan secara kolektif sedang mengalami perubahan. Apa yang kamu berikan kepada dirimu sendiri, bermanfaat bagi yang lain dan demikian pula sebaliknya.

© Pamela Kribbe

Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans
http://www.jeshua.net/id

 

Categories: Allgemein Spiritual

kosmosindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: