Menu Home

Pesan Yeshua – Batu (Kehidupan)

amethyst-1568114_640

Batu (Kehidupan)
Memeluk Tarian antara Spirit dan Tubuh (From Morning with Jeshua – The Stone)

Pamela menyalurkan Yeshua

Teman-teman sayang,
Saya Yeshua. Saya menyapa kalian semua. Kalian semua adalah makhluk cahaya. Kalian telah datang ke bumi untuk menyebar cahaya kalian. Dalam melakukan itu, kalian menemui penolakan. Kalian dikonfrontasi dengan kegelapan. Apa sebetulnya yang menyangkut permainan antara cahaya dan kegelapan ini? Apa tujuan dari penolakan dan kegelapan yang kalian alami?

Berada dalam Cahaya berarti berada dalam sebuah kondisi kesadaran, di mana kalian menyadari kesatuan kalian dengan semua yang ada. Jika kalian berada dalam Cahaya, jika kalian adalah Cahaya, kalian merasa tanpa batas dan bebas sepenuhnya. Kalian tahu bahwa kalian adalah bagian dari keutuhan yang lebih besar dan kalian merasa kalian dicintai secara mendalam di dalam jaringan tanpa batas dari kesadaran yang hidup. Cahaya adalah hubungan kalian dengan yang Satu.

Cahaya secara alami tidak berbentuk. Cahaya tidak tergantung pada bentuk materi apa pun. Ia bebas dari keterbatasan waktu dan ruang. Kalian bukanlah bentuk materi di mana kesadaran kalian tinggal pada saat ini. Kalian bukanlah tubuh kalian, kalian bukanlah darah dan daging dari apa yang membentuk tubuh kalian, bukan jenis kelamin, bukan pula karakteristika yang menjadi milik pribadi kalian saat ini. Mereka adalah bagian dari kalian, tapi kalian jauh lebih dari itu. Kalian adalah asal mereka, pencipta mereka yang ilahi.

Jiwa tanpa batas kalian yang abadi telah tinggal dalam berbagai bentuk kehidupan dan telah mengalami banyak masa kehidupan di seluruh alam semesta (universe). Pengalaman-pengalaman ini telah memperkaya kalian dalam cara-cara yang belum kalian kenali. Pengalaman perjalanan kalian yang kadang-kadang sulit dalam menempuh inkarnasi adalah tidak lain selain cara Tuhan memperluas dirinya sendiri. Perjalanan kalian melalui bentuk adalah penuh makna, karena itu memungkinkan semua ciptaan untuk memperluas dan berkembang dalam cara-cara baru dan memperkayanya.

Saya tahu, hal itu bagi kalian sering tidak terasa demikian. Kalian dapat menjadi kewalahan oleh kurangnya cahaya dan keterhubungan dengan bumi. Saya tahu. Saya ada di sini untuk menyalakan secercah ingatan dari jiwa kalian. Jika kalian mengingat siapa kalian sebenarnya, kalian menyadari bahwa inti ilahi kalian masih utuh dan tanpa cela, meskipun semua hal yang telah kalian lalui. Merasakan keutuhan kalian, dapat memberi kalian sebuah rasa lega atau bahkan ekstasi. Ini ketika kalian mengetahui kalian menemukan kebenaran. Kalian mengingat kebenaran dari siapa kalian adanya: sebuah jiwa yang ilahi dengan kemungkinan-kemungkinan tidak terbatas. Saya ada di sini untuk mengingatkan siapa kalian adanya, dan untuk menginspirasi kalian guna membawa kembali kesadaran pada kehidupan kalian sehari-hari.

Tidak ada kesenjangan yang nyata antara kalian sebagai manusia dan kalian yang ilahi. Diri kalian yang ilahi tidak berada di tempat lain. Itu tidak ditempatkan dalam waktu dan ruang untuk memulainya. Jika kalian ingin berhubungan dengan itu sekarang juga, kalian dapat melakukannya dengan melangkah mundur untuk beberapa saat dari masalah-masalah yang menekan pikiran dan emosi-emosi kalian. Bayangkan kesadaran kalian menjadi lebih besar, menarik kalian dari masalah-masalah, dan memasuki sebuah ruang dengan kesadaran terbuka. Dalam ruang tersebut, tidak ada kebutuhan atau harapan, di sana hanya ada keberadaan. Itu mungkin tampaknya tidak membantu menyelesaikan masalah apa pun dalam hidup kalian, tapi saya mengundang kalian untuk hanya mencobanya. Dapatkah kalian menggeser kesadaran kalian dan hanya menyelidiki diri kalian sendiri dalam cara yang hening dan terpisah? Dapatkah kalian berada dengan diri kalian sendiri tanpa menghakimi atau menginterupsi? Kalian akan menemukan bahwa melakukan hal semacam ini membuat kalian tenang dan lebih rileks. Jika emosi-emosi kalian, pikiran-pikiran atau sensasi-sensasi fisik kalian menarik kalian keluar dari ruang yang tenang ini, jangan khawatir. Biarkanlah itu. Selidikilah apa yang terjadi. Seiring waktu kalian akan menemukan, bahwa memasuki ruang keheningan yang sadar ini adalah sarana yang penuh kekuatan untuk mengingat siapa kalian adanya.

Sarana ini selalu tersedia untuk kalian. Kalian dapat tetap berhubungan dengan keutuhan kalian, dengan ruang kebebasan dalam batin, dengan selalu menjaga jarak dari hal-hal yang menyulitkan kalian, atau bahkan merangsang kalian dengan cara positif. Dengan mempertahankan sejumlah jarak, kalian menjaga kesadaran hidup di mana hal-hal ini tidak pernah mendefinisi kalian sepenuhnya, meskipun mereka memang penting dalam hidup kalian. Kalian lebih dari sekedar emosi-emosi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup kalian. Di dalam diri kalian ada suatu kehadiran yang hening, namun secara intensif mengamati semua peristiwa-peristiwa dan pengalaman-pengalaman yang datang dan pergi. Kehadiran ini tidak bisa dihancurkan. Ini adalah sumber kehidupan itu sendiri.

Kalian memilih untuk secara temporer menghubungkan kesadaran kalian dengan sebuah tubuh, suatu bentuk, dalam hidup kalian di bumi. Ada alasan untuk pilihan ini. Tubuh adalah sangat berharga. Ini merupakan prestasi yang menakjubkan, di mana kalian dapat memfokuskan kesadaran kalian sedemikian rupa yang mengidentifikasi secara sebagian dengan sebuah tubuh, dengan seseorang yang merupakan kamu sekarang, pria atau wanita, dengan semua bakat dan karakteristik yang merupakan milikmu. Namun, jangan membuat kesalahan dengan menganggap kamu adalah paket dari karakteristika-karakteristika ini. Kamu adalah kesadaran yang mengalami mereka. Kesadaran ini dapat membebaskanmu.

Kamu yang Ilahi, keberadaanmu dilucuti sampai ke inti, adalah seperti ruang yang luas, terbuka, kosong namun penuh vitalitas dan potensi. Ini adalah bagian darimu yang adalah Allah/Tuhan. Ini adalah Rumah. Jika kamu terhubung dengan bagian ini darimu, kamu merasa lega, sukacita dan bebas. Kamu merasa aman. Berada dalam kegelapan berarti bahwa kamu merasa terpisah dari intimu, dari keterhubunganmu dengan keseluruhan. Kamu merasa terusir dari ruang dalam luas yang itu sendiri dapat membawa bagimu damai dan sukacita yang kamu cari. Semua penderitaan berasal dari rasa terputus hubungan ini. Ini adalah rasa sakit terparah yang bisa dialami jiwamu.

Memahami tujuan kegelapan

Mengapa jiwa-jiwa pernah memilih untuk mengalami pemisahan? Saat kalian memilih untuk berinkarnasi dan hidup dalam bentuk materi, cahaya kalian menjadi terbatas dan dibatasi. Kesadaran kalian menjadi dipersempit dan kalian kehilangan rasa tanpa terbatas. Kalian cenderung kehilangan hubungan dengan kalian yang sebenarnya, yang tidak berbentuk, bebas dan tidak terbatas. Terutama bagi jiwa-jiwa muda, yang berada dalam tahap awal perjalanan inkarnasi mereka, sangat mudah untuk lupa dan mengidentifikasi diri dengan bentuk yang mereka huni. Adalah suatu tanda kedewasaan ketika jiwa mampu sepenuhnya menghuni tubuh manusia dan pada saat yang sama menyadari, bahwa itu bukanlah tubuh, tapi satu yang mengalami hal itu dan memberikan kehidupan kepada itu. Ketika jiwa berkembang, kesadaran lahir di mana ada sesuatu yang melampaui tubuh, bentuk materi yang terfokus dalam ruang dan waktu. Jiwa yang matang membuka pada dimensi tak berbentuk dan mulai menyadari bahwa esens sejatinya berada di sana. Dalam melakukan hal ini, jiwa berkembang akan dapat menurunkan kesadaran keesaan ke alam bentuk materi.

Mengapa jiwa akan memilih untuk memulai perjalanan inkarnasi? Mengapa kalian memilih untuk dibatasi oleh bentuk materi, dengan siklus kelahiran dan kematian, dan semua yang berkaitan dengan itu? Bukankah akan jauh lebih bahagia untuk tinggal dalam keadaan keesaan tak terbatas sepanjang waktu? Tanyakanlah kepada diri kalian sendiri pertanyaan ini. Beberapa dari kalian akan mengatakan langsung, bahwa seandainya mungkin, kalian tidak akan pernah lagi berinkarnasi. Kalian akan memberitahu saya bahwa hidup di bumi terlalu keras, terlalu gelap dan bahwa kalian begitu merindukan Rumah dan tinggal di sana selamanya. Meskipun demikian, saya mengatakan kepada kalian, bahwa jiwa kalian memilih untuk mengalami masa kehidupan ini yang sedang kalian jalani di bumi, seperti ia memilih untuk mengalami semua masa kehidupan yang dijalaninya di bumi. Ada bagian dari jiwa kalian yang suka menari dengan materi, dan saya mengatakan ini kepada kalian ini adalah bagian yang paling ilahi, suci dan kreatif dari kalian.

Tuhan ingin untuk membawa cahaya ke dalam bentuk materi. Spirit (yang saya gunakan sebagai sinonim untuk Tuhan) menciptakan materi untuk Cahaya agar mengambil bentuk dan untuk dialami oleh dirinya sendiri. Penciptaan materi dibawa menjadi tarian kesadaran dan materi: tarian dari spirit dan tubuh. Interaksi antara spirit dan tubuh adalah cara Tuhan dalam menciptakan. Kalian – sebagai spirit yang menghuni tubuh – adalah ciptaan langsung dari Tuhan. Ketika jiwa kalian berkembang dan menjadi dewasa, ini menjadi lebih mampu memegang cahaya dari Spirit dan mengekspresikannya melalui tubuh. Seni hidup dalam tubuh adalah untuk mewujudkan kebebasan Spirit dalam dimensi materi. Apa pun dalam dimensi materi yang diterangi dari dalam/batin dengan kesadaran Spirit, memancarkan keindahan dan vitalitas dan menambahkan sesuatu yang penting bagi kehidupan. Cahaya yang mengambil Wujud adalah cahaya yang paling berharga yang ada. Dengan mewujudkan cahaya jiwa kalian di Bumi, dalam bentuk materi, kalian memperluas ciptaan Allah. Kalian menciptakan sesuatu yang baru, dan mengkontribusikan sesuatu untuk keseluruhan yang tidak akan eksis tanpa kehadiran kalian yang unik.

Kelimpahan bentuk-bentuk kehidupan yang ada di bumi, dalam kerajaan hewan, tumbuhan dan mineral, mencerminkan keinginan Spirit untuk memanifestasi dalam berbagai bentuk. Keindahan dan keragaman kehidupan di bumi telah berkembang dari sebuah tarian spirit dan materi, kesadaran dan bentuk. Tuhan rindu untuk mengekspresikan dalam bentuk-bentuk yang berbeda, karena itu memperkaya penciptaan dan karena itu memungkinkan semua makhluk untuk mengalami keindahan, sukacita dan petualangan dalam siklus-siklus hidup mereka. Semua makhluk adalah percikan dari Spirit. Melakukan perjalanan melalui bentuk-bentuk yang berbeda dan berkenalan dengan hidup dari banyak perspektif yang berbeda, membawa kedalaman dan kebijaksanaan untuk jiwa kalian. Bahkan pengalaman pemisahan, kegelapan, dapat membantu untuk memperkaya penciptaan.

Kalian adalah Tuhan. Kalian pernah membuat pilihan untuk turun ke dalam materi dan untuk memancarkan cahaya sambil menetap dalam sebuah bentuk terbatas. Ini bukan suatu hukuman yang harus kalian tanggung. Ini adalah hasil dari pilihan suci yang kalian buat, sebagai bagian dari Allah. Kalian benar-benar Pencipta. Di balik resistensi yang mungkin kalian rasakan terhadap kehidupan kalian di Bumi sekarang ini, ada keinginan yang mendalam dan abadi dalam jiwa kalian untuk membawa cahaya ke dalam realitas yang padat bumi. Memancarkan cahaya kalian pada bagian-bagian gelap dari realitas bumi, di dalam dan di luar, adalah benar-benar panggilan jiwa kalian. Bila kalian melakukannya, kalian mengalami semacam pemenuhan yang menyentuh hati kalian lebih dalam dari apa pun. Bahkan visi menjadi berada di atas sana, di surga dalam kebahagiaan abadi dan perdamaian, menghilang dari perbandingan. Ini karena adalah kealamian kalian sebagai makhluk ilahi untuk menari di antara spirit dan tubuh. Tarian inilah yang merupakan esensi dari kreativitas kalian. Kalian, yang kadang-kadang merasa putus asa dengan menjalani hidup dalam tubuh manusia di bumi, akan merasa penuh sukacita lagi bukan dengan membuang tarian seluruhnya, tapi dengan mengetahui bagaimana membawa cahaya kalian ke dalam kegelapan.

Kegelapan dan kepadatan adalah bagian dari kehidupan di bumi. Ketika kalian mengalami kegelapan atau kepadatan dalam hidup kalian, kalian merasa bahwa energi adalah berat, lamban dan terjebak. Kalian merasa kurangnya gerakan, kebebasan dan aliran. Selalu, ketika ada jenis kepadatan ini, ada pikiran-pikiran atau emosi-emosi negatif, yang menimbulkan rasa tidak terhubung dan pemisahan. Saya katakan sebelumnya bahwa perasaan terputus dari Spirit, yang berarti merasa terpisah dari esensi kalian sendiri, adalah rasa sakit terberat yang dapat dialami sebuah jiwa. Bagaimana kalian menyembuhkan rasa dari keterpisahan, yang membuat kalian merasa terluka secara emosional dan meragukan makna dari hidup?

Membawa cahaya kalian ke dalam kegelapan

Hari ini, saya mengajak kalian untuk bertemu dengan bagian terpadat dalam diri kalian dan menyambutnya dengan hati yang terbuka. Dalam kehidupan sehari-hari, kalian mengalami bagian terpadat kalian dalam bidang-bidang kehidupan, di mana energi kalian tidak mengalir. Ini mungkin di bidang pekerjaan, hubungan, kesehatan atau aspek lain dari kehidupan kalian. Di area inilah, paling sulit bagi kalian untuk menerima diri kalian sendiri atau apa yang ditawarkan hidup kepada kalian. Kalian mengalami aspek kehidupan itu sebagai beban, sebagai sesuatu yang seharusnya tidak ada. Kalian merasa terblokir, macet, dan saya mengundang kalian untuk mem-visualisasi kepadatan ini sebagai batu yang kalian bawa, seperti pepatah “millstone round the neck” yakni masalah atau tanggung jawab yang menggayuti kalian sehingga mencegah kalian dari melakukan hal-hal yang kalian inginkan.

Kalian mungkin merasa bahwa kepadatan yang kalian alami disebabkan keadaan-keadaan di luar. Kalian mungkin merasa bahwa itu telah disebabkan oleh penolakan, pengkhianatan atau penganiayaan dari orang lain. Atau kalian mungkin berkata: Saya tidak cocok dengan kehidupan di tempat yang begitu gelap dan pekat seperti bumi. Dapat dimengerti bahwa bagian dari kalian bereaksi dengan cara demikian. Ini adalah bagian yang bingung dan terkejut dari kalian, yang telah lupa tentang kekuatan sejati di dalam keberadaan kalian. Ini adalah anak batin yang dilanda trauma, berbicara kepada kalian melalui pikiran-pikiran negatif. Anak ini merasa menjadi korban, ia merasa dibuang dan terputus hubungan. Saya mengundang kalian untuk mengenali bagian paling bijaksana dan paling ringan dari kalian, yang tujuan utamanya adalah untuk membawa anak itu pulang ke rumah. Kalian punya satu pilihan untuk dibuat. Apakah kalian mengidentifikasi diri dengan anak yang tertraumatisasi di dalam, atau dengan bagian terang dan tak terputus dari kalian yang mampu menyembuhkan anak itu?
Asal dari penderitaan kalian tidak terletak pada kepadatan atau kegelapan realitas di luar. Hal ini ada di dalam rasa ketidakmampuan kalian untuk memunculkan bagian terpadat dalam diri kalian, dan memeluknya dengan cahaya dan pancaran yang sejati. Merasa telah menjadi korban oleh bagian padat, kalian membencinya dan ingin menyingkirkan itu. Mengusir keluar bagian dari kalian, membuat kalian merasa terkoyak di dalam. Jiwa kalian tidak akan damai sampai anak yang hilang pulang ke rumah.

Bayangkan bahwa kalian secara nyata membawa batu di seputar leher kalian. Lihatlah dan ketahuilah seberapa berat atau besar batu itu. Biarkan imajinasi kalian bebas. Batu itu berisi semua emosi yang mana kalian mengalami kesulitan dengan itu dan semua keyakinan negatif kalian tentang hidup di bumi, seperti misalnya “Saya tidak disambut”, “orang tidak mengerti saya”, dan sebagainya. Batu itu membawa rasa takut kalian serta resistensi kalian untuk hidup. Ini melambangkan apa yang telah menjadi terjebak dan terblokir dalam diri kalian. Oleh karena itu, batu tersebut juga menunjuk pada misi kalian dalam hidup. Ini adalah misi jiwa kalian untuk membawa cahaya ke bagian-bagian terpadat dari diri kalian sendiri.

Adalah tujuan hidup kalian untuk memancarkan cahaya pada bagian yang mengeras dan membatu dari kalian. Untuk menyebarkan cahaya di bumi, hal yang pertama dan paling utama adalah untuk menjangkau kegelapan dalam diri kalian. Segera setelah kalian memeluk perjalanan ini dalam diri kalian, cahaya kalian secara otomatis akan bersinar kepada orang lain dan menginspirasi mereka untuk melakukan hal yang sama. Kalian tidak harus berfokus pada apa yang perlu diperbaiki di dunia. Fokuskanlah pada batu kalian sendiri. Apakah kalian melihat gambaran batu itu? Apa warna yang dimilikinya? Bagaimana rasanya ketika kalian mengambilnya? Sapalah batu itu dan peganglah dengan lembut. Ijinkanlah kesadaran kalian mengalir ke batu itu dan rasakan energi di dalamnya. Apakah kalian merasa marah, atau sedih, atau takut? Ijinkan batu itu untuk menceritakan kisahnya kepada kalian.

Kalian adalah utuh dan tidak bisa hancur, dipegang secara aman dalam lengan Tuhan. Sekarang lihatlah apa yang terjadi pada batu hanya dengan memegangnya dan mengalihkan perhatian kalian kepadanya dalam cara yang terbuka dan menyambutnya. Itu akan berubah. Ketika kalian berhubungan dengan batu itu dari inti ilahi kalian, mengelilinginya dengan penerimaan dan pengertian yang hening, kalian menyelimutinya dengan percikan-percikan cahaya. Batu itu bersinar dari dalam. Kesadaran kalian membawa kehidupan dan gerakan ke dalam batu itu. Ia tidak lagi dingin dan keras. Ia secara bertahap berubah menjadi batu permata. Struktur dari batu itu telah berubah karena perhatian kalian yang penuh kasih. Perhatikanlah baik-baik dan lihatlah apa warna dan bentuk yang diambilnya.

Sekarang tanyakan pada batu itu: “Apa hadiahmu untuk saya?” Kualitas apa yang kamu rasakan pada saat ini dalam batu permata itu? Rasakan itu dari dalam. Apakah itu kasih sayang, daya tahan, kemampuan untuk berserah dan percaya? Apakah itu ketenangan, keberanian atau sukacita? Terimalah hadiah itu. Batu ini mula-mula mengandung energi yang macet dan gelap. Setelah kalian memeluknya dengan kekuatan yang hening dari alami kalian yang sebenarnya, ia berubah menjadi harta berharga. Itu tidak hanya dinetralisasi; itu telah ditransformasi menjadi batu permata, merefleksikan keindahan batin kalian dan kebijaksanaan kalian. Apa yang mula-mula batu berat di sekeliling leher kalian menjadi perhiasan yang berharga. Ambillah batu itu dan lihatlah bagaimana ia berkilau dan bersinar dalam warna dan bentuk yang merefleksikan energi kalian yang unik. Ijinkanlah batu permata itu memasuki tubuh kalian dan lihatlah ke mana ia pergi secara alami. Ke bagian tubuh yang mana batu itu menuju secara spontan? Efek apa yang diberikannya kepada kalian? Ini akan memberi efek yang menyembuhkan pada tubuh dan spirit kalian.

Hidup terus-menerus mengundang kalian untuk kembali pada bagian-bagian yang padat, gelap dan macet dari kalian. Tarian antara spirit dan tubuh ibaratnya tarian antara cahaya dan kegelapan. Segera setelah kalian mengakui kealamian kalian yang sebenarnya, tarian itu tidak lagi berupa perjuangan. Itu menjadi suatu sukacita. Ketika kalian menjadi sadar akan daya transformasi dari kalian yang ilahi dan mengundang kegelapan untuk muncul keluar, tarian dari cahaya dan gelap membawa maju perhiasan-perhiasan berharga yang menunjukkan bagaimana cahaya dapat pergi ke bagian terpadat dari realitas. Batu permata adalah hasil dari integrasi kesadaran dan materi, buah dari tarian antara spirit dan tubuh. Hidup mengundang kalian untuk menampilkan tariannya kembali dan kembali lagi. Kapan pun kalian merasakan negativitas atau kegelapan dalam hidup kalian, tolong jangan menghakimi. Bawalah batu itu ke dalam imajinasi kalian. Sambutlah dia dan hubungkanlah ke bagian dari kalian yang belum tersinari oleh kesadaran ilahi kalian. Rawatlah batu itu. Perhatian kalian yang penuh cinta adalah kunci untuk mencerahkan batu itu dari dalam. Dengan menyinari cahaya kalian di atas bagian-bagian yang padat dan gelap dari kalian, kalian memeluk tarian penciptaan itu dan Tuhan lahir di bumi melalui kalian.

© Pamela Kribbe 2011
Penerjemah: Dyan Andriana Kostermans
http://www.jeshua.net/id

 

Categories: Allgemein

kosmosindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: