Menu Home

Mengapa Proses Terjaga atau Awakening Sering Terasa Berat

all-757445_640

Proses Terjaga Adalah Saat Seseorang Menyadari Ada Dimensi-Dimensi Lain Melampaui Jalur 3D Atau Konsep Dualitas

Jalur/jalan kehidupan di Bumi yang terlihat dan dapat langsung terjangkau oleh panca indera adalah jalur 3D (Dimensi Ketiga).
Bagi mereka yang terjaga (awakened), mereka menyadari bahwa jalur di Bumi tidak hanya jalur 3D melainkan penggalan atau bagian kecil dari berbagai jalur 5D, 6D, 7D, 9D dan selebihnya.

Kehidupan atau kebiasaan hidup 3D hanya cocok untuk diterapkan dalam konsep 3D.
Dualitas hanya dialami dalam hidup 3D.
Ini dimainkan dalam semua bidang kehidupan.
Misalnya dalam pekerjaan, pemberi kerja / perusahaan – penerima kerja, bos – karyawan (atasan – bawahan),
tuntutan pekerjaan – imbalan pekerjaan,
kalau seorang pekerja kerja lembur – dapat uang lembur, kalau seorang pekerja tidak memenuhi tuntutan pekerjaan – tidak dapat imbalan,
kalau seorang pekerja tidak menurut perintah bos/atasan – dia bukan pekerja yang baik dan akan dapat sangsi, dsb…

Misalnya dalam hubungan kekasih:
Kalau kamu cinta saya – saya cinta kamu, kalau kamu baik kepada saya – saya baik kepada kamu,
kalau kamu memberi saya perhatian – saya memberi kamu perhatian dsb…
Sebaliknya kalau kamu tidak cinta saya – saya tidak cinta kamu, kalau kamu tidak baik kepada saya – saya tidak baik kepada kamu, dsb…

Semua konteks ini, konsep dualitas ini berdasarkan pola benar dan salah, baik atau buruk, timbal balik, imbalan dan hukuman/sangsi, semua konsep dengan syarat!
Dan ini adalah konteks kehidupan 3D, yang kita kenal dan praktekkan selama ini.

Bagi mereka yang terjaga, pola kehidupan 3D ini semakin sulit dipraktekkan, karena orang-orang yang terjaga, yang menyadari bahwa hidup 3D hanya bagian lama dari jalur kehidupan, konteks yang dipakai atau yang disadari (conscious) adalah cinta tanpa syarat dan menghargai/menghormati keinginan bebas yang lainnya.
Mereka memberi karena mereka ingin memberi, mereka mencintai karena mereka mencintai.
Apakah orang yang dicintai itu menyakiti mereka, menganiaya mereka, atau mereka menolong orang lain dan akhirnya malah mengalami kerugian atau disakiti oleh orang yang ditolong itu…mereka yang terjaga (awakened) meskipun mengalami dan merasakan rasa sakit karena disakiti/dikhianati,
mereka tetap berusaha kembali pada kondisi Cinta – mencintai tanpa syarat. Mereka berusaha bergerak/hidup melampaui konsep dualitas – yang mana konsep dualitas ini, terutama kalau seseorang menyakiti/disakiti atau merugikan/dirugikan orang lain melancarkan saling balas, saling tuntut, bahkan sampai balas dendam, memunculkan karma yang terus berputar = siklus karma.

Selain itu mereka yang terjaga menyadari, bahwa semua adalah satu, semua adalah terhubung.
Jika seseorang menyakiti dirinya, mereka tidak akan mutlak/langsung menyalahkan orang lain, melainkan akan berkontemplasi, melihat ke dalam batin – apa yang ingin dikatakan situasi ini kepada saya?
Apakah ini “karma” yang saya lakukan terhadap orang lain itu di masa kehidupan saya sebelumnya?
Apakah ini “trauma” yang saya miliki, dan saat ini kesempatan untuk menyembuhkan hal-hal yang terkait dengan trauma itu?
Apakah ini “rasa sakit dalam batin” yang selama ini tidak saya sadari, atau saya pikir rasa sakit itu sudah sembuh tapi ternyata belum, dan sekarang adalah saat untuk melihat, mengurus dan menyembuhkan rasa sakit dalam batin = anak batin saya tersebut?
Ini seperti hal-hal yang tersembunyi dalam gelap mendapat cahaya, sehingga orang dapat melihat dari perspektif (cahaya) yang berbeda, seperti melihat dimensi-dimensi (dengan cahaya) yang melampaui perspektif 3D yang hanya dikenalnya selama ini.
Tidak heran bila orang-orang yang terjaga identik dengan istilah Lightworker = pekerja cahaya.

Dan kerja cahaya, melihat dari perspektif yang berbeda, melihat dari dimensi-dimensi yang berbeda, bukanlah jalur yang mudah atau lazim dalam kehidupan 3D di Bumi.
Seringkali itu sulit, karena wadah fisik/tubuh terbiasa, dididik, dilatih dengan hal-hal 3 Dimensi = hal-hal yang hanya terlihat dan terjangkau dengan panca indera.
Dengan menjadi terjaga, dengan mengenali jalur-jalur selain jalur 3D, mereka yang terjaga ini seringkali harus menempuh jalur-jalur (berdimensi) lainnya, yang bagi kebanyakan orang dengan konsep 3D di Bumi, masih belum dikenal dan asing.
Inilah sebabnya jalan/jalur para Lightworker atau orang-orang yang terjaga, seringkali merupakan jalan/jalur yang harus ditempuh sendiri, sepi dan sulit dimengerti oleh orang lain (yang masih berpijak pada konsep dualitas, pada konsep 3D).

Dan proses terjaga adalah proses tanpa akhir, seperti menembus dimensi demi dimensi, menyingkap lapisan demi lapisan yang tersembunyi di dalam DIRI orang itu sendiri, tapi menghubungkannya dengan rahasia sangat besar, kehidupan tanpa batas alam semesta.
Tidak heran, jika orang-orang yang terjaga semakin terbuka dan terhubung (menyadari hubungannya) dengan makhluk-makhluk/keluarga cahaya, makhluk-makhluk/keluarga galaktik, Ibu Bumi, dengan kerajaan/keluarga hewan dan tanaman, dan semakin bisa mendengar intuisinya dan semakin bisa merasakan energi/jiwa orang-orang lainnya.

Light and Love

kosmosindo

Categories: Allgemein

kosmosindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: