Menu Home

Bagian Perjalanan Spiritual : Membersihkan dan Melepaskan Beban Karma

Ditulis oleh Dyan Kostemans (kosmosindo)

Dear Twin Flames, Lightworkers dan Starseeds,

pada suatu titik dalam menempuh perjalanan spiritualnya, Twin Flame, Lightworker dan Starseed akan menyadari bahwa apa yang telah dan/atau sedang dialaminya adalah bagian dari Karma = Efek sebab akibat. Baik dalam kehidupan ini, dari masa-masa kehidupan sebelumnya – secara individual, dalam hubungan garis keluarga, dalam hubungan percintaan, dalam suatu negara pada suatu abad/masa dan secara kolektif.

Bagi Twin Flame, Lightworker atau Starseed, sepertinya menyadari sejak awal/kecil, dirinya tidak benar-benar “masuk dalam keluarga”, merasa seperti orang luar, seperti “alien”. Dan tidak jarang, hidup dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang disfungsional, bahkan tidak jarang mengalami penganiayaan fisik atau mental atau emosional sejak kecil.
Ketika kita memasuki proses terjaga (awakening) dan menjalani lebih dalam jalur spiritual, kita menyadari bahwa ada tujuan tertentu “Jiwa” memilih lahir di keluarga tertentu, mengalami hal-hal tertentu…
Selain “Jiwa” ingin mengalaminya untuk evolusi jiwa itu sendiri, dalam konteks kolektif, “Jiwa” ingin membersihkan beban Karma, melepaskan beban Karma kolektif – dengan cara berinkarnasi ke dalam keluarga tertentu, dengan kondisi dan situasi tertentu, di tempat tertentu, dengan sejarah tertentu.

Misalnya, saya “memilih” lahir dalam keluarga yang energi feminin dan energi maskulinnya sangat tidak seimbang. Dalam keluarga dari garis ibu, yang menjalani perang, yang dalam konteks dunia, ini ada kaitannya dengan Perang Dunia ke-2. Kemudian saya pindah ke suatu negara, yang erat kaitannya dengan pecahnya Perang Dunia ke-2.

Bila melihat ini dari konteks alam semesta, dari konteks Twin Flame, Lightworker, Starseed, sepertinya Jiwa sudah merencanakan lebih dulu akan masuk dengan tugas membersihkan karma (umat manusia secara) kolektif, karena Jiwa-Jiwa Twin Flame, Lightworker, Starseed adalah Jiwa Tua (old soul), yang sudah mengalami hidup di Bumi dan di bagian alam semesta dalam banyak, banyak masa kehidupan. Pemilik Jiwa Tua ini, memiliki pengetahuan dalam batin (sering tanpa disadari pada awalnya) bahwa apa yang dialaminya memiliki makna lebih dalam. Juga tindakan serta cara berpikir dalam mengalami masalah yang dihadapinya, sangat berbeda dengan apa yang akan dilakukan/cara berpikir manusia lainnya.


Sebagai contoh: Sejak saya mulai berkenalan dengan spiritual, mulai tertarik dan belajar tentang nama-nama dan warna cahaya para Archangel, sekitar 20 tahun lalu, saya mengerti bahwa pelecehan seksual yang saya alami waktu berumur 12 tahun, ada hubungannya dengan membersihkan atau menyembuhkan rasa sakit yang dialami anak-anak yang mengalami penganiayaan seksual. Saya seperti menyadari, jika saya berhasil menyembuhkan diri saya sendiri dari rasa sakit dan beban pelecehan seksual, itu akan berkontribusi pada mereka yang mengalami hal serupa dengan saya.
Membicarakan hal ini dengan rekan-rekan sejiwa (Lightworker, Twin Flame, Starseed) mereka berpandangan sama. Nah, pernah saya ngobrol dengan eks kolega terkait dengan #metoo apa yang saya alami, reaksinya: Mengapa kamu tidak lapor ke polisi?

Pada saat itu saya menyadari, bahwa old soul memandang sesuatu yang dialaminya sebagai bagian dari “tugas Jiwanya di Bumi”.

Bila melihat ciri-ciri Lightworker, Starseed, terutama Twin Flame yang biasanya lahir dan besar dalam keluarga yang disfungsional, mengalami banyak luka anak batin, tidak mengalami cinta/kehidupan seperti anak/manusia yang lazim, ini terkait dengan tujuan untuk menyembuhkan luka anak batin kolektif. Dengan menyembuhkan anak batin sendiri, ini berarti menyembuhkan anak batin kolektif. Dan untuk Twin Flame, dengan lahir di dalam hubungan keluarga yang disfungsional, yang tidak seimbang antara Divine Masculine dan Divine Feminine, memang antara lain tujuan Twin Flame untuk membersihkan karma dalam garis keluarga dan menyeimbangan energi maskulin dan energi feminin.

Karena Twin Flame, baik Divine Masculine maupun Divine Feminine, sepertinya “telah memilih” lahir dan mengalami masa kecil yang sangat sulit – besar dalam lingkungan narsistik, orang tua yang tidak memberinya perlindungan, cinta, ayah yang tidak memberi nafkah keluarga, atau anak ini harus bekerja/bertanggung jawab untuk orang tuanya, yang tidak lazim bagi anak-anak lainnya – Faktor-faktor ini membuat anak ini tumbuh dengan merasa dirinya kurang baik, kurang percaya diri, mencari cinta dengan mengerjakan segala sesuatu untuk kekasih/pasangannya, merasa memiliki tanggung jawab bagi orang lain yang tidak pada tempatnya, tidak mencintai dirinya sendiri, tidak menghargai dirinya sendiri…Semua luka anak batin ini menjadi bagian tugas penyembuhan yang tidak terelakkan bagi Twin Flame, ketika ia memasuki jalur spiritual, ketika ia bertemu dengan pasangan Twin Flamenya.

Mengapa Twin Flame harus mengalami hidup dalam konstelasi keluarga yang sulit? Karena Twin Flame ada untuk membawa kembali cinta tanpa syarat dalam kehidupan di Bumi. Cinta Tanpa Syarat di sini adalah hubungan Jiwa dengan Energi Sumber, dengan Tuhan, dengan Alam Semesta, bukan cinta bersyarat yang secara ilusi kita anggap sebagai cinta selama ini.
Hubungan cinta dimulai paling dini dalam hubungan dengan orang tua, dalam keluarga. Inilah yang membentuk atau mencerminkan hubungan-hubungan kita selanjutnya. Bila hubungan awal kita dibina dan beranjak dari cinta bersyarat, semua hubungan kita akan dibina dan beranjak dari persyaratan atau atas dasar kondisi-kondisi. Kita lihat saja bagaiman bentuk hubungan di dunia ini berdasarkan kondisi. Tidak perlu jauh-jauh dalam hubungan kerja atau hubungan lainnya. Dalam hubungan suami-istri pun semuanya atas dasar kondisi atau syarat-syarat. Dengan kata lain hubungan dalam template 3D (matriks 3D).

Hubungan Twin Flame adalah hubungan berdasarkan cinta tanpa syarat yang dimaksud menjangkarkan template 5D di Bumi. Ini masih sulit dimengerti bahkan oleh Lightworker dan Starseed yang tidak mengalami sendiri hubungan Twin Flame. Terus terang, meskipun sudah lama mengetahui saya seorang Lightworker dan juga Starseed, saya sebelumya tidak tertarik dan tidak mengenal apa itu Twin Flame. Baru setelah bertemu, yang kemudian saya ketahui sebagai, Twin Flame, saya “menyadari” masuk ke dalam perjalanan Twin Flame. Dan ternyata bagian dan tugas utama dalam perjalanan Twin Flame adalah membersihkan karma.

Tapi perjalanan dan pilihan Jiwa adalah unik, seunik Jiwa-Jiwa itu sendiri.

Love and Light
kosmosindo

Sumber gambar DarkWorkX – Pixabay

Categories: Allgemein Bumi Baru Spiritual

Tagged as:

kosmosindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: