Menu Home

Jalur Spiritual Bergerak Spiral Bukan Linear

Pembaca kosmosindo sayang,

bila kita mulai menempuh jalur spiritual, kita tidak pernah lagi dibuat stagnan atau “mandeg” secara spiritual.
Semakin jauh kita melangkah secara spiritual, semakin kita menyadari bahwa jalur kehidupan bukan linear tetapi spiral.
Apa yang telah kita alami, pengalaman apakah itu menyenangkan atau kurang menyenangkan, akan kita alami kembali pada suatu titik waktu.
Mungkin awalnya kita “protes”: kejadian ini sudah pernah saya alami, sudah saya atasi dan saya kira sudah tidak akan lagi mengalami hal semacam itu…dan mungkin bertanya-tanya: Mengapa kejadian mirip terulang kembali?
Apa yang salah? Apa saya tidak cukup menarik pelajaran atau kurang menerapkan “sarana spiritual”?
Tidak ada yang salah, tidak ada yang kurang. Bila sesuatu terjadi, itu tepat seperti apa yang seharusnya terjadi.
Jiwa kita dan alam semesta sudah merancangnya – bahkan sebelum kita lahir ke dunia – sebelum Jiwa hadir dalam tubuh fisik kita saat ini.

Kita akan mengalami sesuatu untuk perkembangan Jiwa kita, untuk penyembuhan anak batin kita.
Sering kali penyembuhan anak batin tidak dapat berlangsung sekaligus, karena tubuh fisik kita “mengenal adanya batas”, batas yang mampu dikelola oleh tubuh fisik, wujud 3D.
Tapi jiwa multidimensi atau “wujud non-fisik” kita, tidak memiliki batas dan tahu betul seberapa kuat kemampuan kita menanggung pembersihan pada suatu waktu, dan hal-hal apa yang masih perlu kita alami untuk mencapai apa yang Jiwa kita inginkan.
Misalnya, bila kita membersihkan vibrasi/getaran ego dalam diri kita, ini tidak akan berlangsung sekaligus atau satu kali dibersihkan, langsung bersih semuanya. Pembersihan vibrasi/getaran ego berlangsung secara bertahap, penyembuhan anak batin berlangsung secara bertahap. Proses itu ibaratnya spiral, ibaratnya musim yang silih berganti, ibarat gelombang laut yang pasang dan surut. Itu sesuai dengan alam dan alam semesta yang selalu berputar, bergerak seperti spiral, bukan bergerak secara linear. Bila kita melihat bunga mawar sebagai contoh, kuntumnya sebelum mekar, tepat melukiskan bentuk spiral yang kita bisa amati di alam.

Kita sebagai manusia, sudah terbiasa dengan gerakan linear, dari A ke B, dari B ke C dan seterusnya.
Kita telah dididik untuk bergerak terus ke depan, terus maju. Dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA, dari tingkat 1 ke tingkat 2, dan seterusnya.
Tidak ada dalam hidup, kita diajar kembali ke titik awal atau mundur ke tingkat sebelumnya. Itu akan berarti kegagalan dalam hidup manusia, dalam cara pandang 3D atau duniawi.
Tapi hidup adalah seperti alam, bergerak secara spiral dan bukan linear atau garis lurus. Bahwa kadang-kadang kita dibawa berputar kembali ke suatu fase sebelumnya, suatu fase yang mungkin kurang menyenangkan, untuk penyembuhan lebih lanjut apa yang pada waktu sebelumnya belum begitu banyak tersembuhkan. tapi sebetulnya penuh pengalaman, untuk memperkaya dan menguatkan Jiwa kita.
Bahwa kemunduran bukan suatu kegagalan, tapi justru sering kali fase pembaruan langkah-langkah ke depan, fase yang sebetulnya penuh pengalaman untuk memperkaya dan menguatkan Jiwa kita.
Terutama secara spiritual, itu ibarat fase “turun mesin” untuk membuat kita berjalan lebih kuat dan mantap dalam jalur spiritual kita, jalur yang sesuai dengan apa yang diinginkan Jiwa kita.

Love and Light
kosmosindo

sumber gambar Pixabay

Categories: Allgemein Bumi Baru Spiritual

Tagged as:

kosmosindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: