Menu Home

Apa Pengaruh Proses Awakening Dalam Tubuh Fisik

Ditulis oleh Dyan Kostermans (kosmosindo)

Dear StarSeed, Lightworker dan Twin Flame,

Proses Spiritual Awakening atau proses terjaga spiritual adalah proses seseorang melepaskan ikatan dan ketergantungan dari identitas eksternal. Ini berarti menyadari asal dan keaslian Jiwanya, yang berarti menyadari bahwa dia bukan hanya sekedar tubuh fisik tapi merupakan makhluk multidimensi, bagian dari Spirit / Alam Semesta / Energi Sumber. Proses ini adalah menyangkut menyeimbangkan, pembersihan atau melepaskan ego – dalam hidup kita di dunia saat ini.
Kondisi keberadaan kita tepat saat ini – dengan belief system (sistem kepercayaan) kita, cara kita memandang hidup, cara kita bersikap, cara kita memandang dan menempatkan diri dalam masyarakat, cara kita menilai sesuatu, cara kita menempatkan prioritas, cara kita menilai diri kita sendiri, cara kita mengambil keputusan dsb. – adalah hasil bentukan/pola cetakan dari cara kita dibesarkan, dididik, yakni dari faktor luar/eksternal. Dan orang-orang yang membentuk cara pandang kita dari kecil hingga dewasa, telah menyerap cara pandang itu dari orang-orang yang membesarkan mereka, yang membentuk cara pandang mereka, yang membentuk belief system mereka.

Starseed, Lightworker dan Twin Flame telah memilih lahir yakni berinkarnasi dalam keluarga tertentu, untuk mula-mula membebaskan diri mereka sendiri dari belief system (sistem keyakinan) yang diturunkan/diberikan kepada mereka. Dengan kata lain, melepaskan identitas yang ditempelkan kepada mereka untuk mengingat kembali siapa mereka adanya, dan dengan demikian dapat mengenali dan menyadari kembali Divine Blueprint (cetak biru Ilahi) Jiwa mereka. Karena salah satu tugas Starseed, Lightworker dan Twin Flame dengan lahir pada keluarga tertentu adalah membersihkan karma garis keturunan keluarga tersebut. Misalnya, belief system saya harus bekerja keras, bersusah-payah untuk mendapat uang. Benarkah? Siapa yang mengatakan itu? Dari mana asal belief system semacam itu? Karena sebagai individu yang terjaga, sebagai Jiwa yang sadar, kita tahu bahwa Alam Semesta adalah berlimpah dan selalu memberi kita kelimpahan lewat cara yang mudah bila kita menyelaraskan getaran/vibrasi energi kita (belief system kita) untuk menerima dengan kemudahan.

Proses Terjaga atau Awakening adalah kita mulai mempertanyakan belief system dan keberadaan kita dalam hidup di dunia. Ini tidak hanya menyangkut simtom psikis/spiritual tapi juga sering diiringi dengan simtom fisik. Mengapa? Karena dengan lahir dalam tubuh fisik, kita memiliki DNA. Dan keluarga tertentu memiliki DNA tertentu yang tentunya diturunkan dan menjadi bagian dalam tubuh fisik kita. Selama kita belum mengalami proses terjaga, masih banyak DNA dalam tubuh kita yang dorman, DNA yang tidur. Tapi begitu Jiwa mulai memicu proses terjaga pada kita, setahap demi setahap DNA yang dorman itu menjadi terbangun dan tentu saja itu memengaruhi kenyamanan fisik kita. Semakin banyak kita sadar akan diri Ilahi kita, Divine Blueprint kita, semakin banyak DNA dorman kita yang terjaga, ini akan memengaruhi sel-sel dan juga jaringan struktur fisik kita, karena semakin banyak cahaya (light body) yang mengisi medan energi kita. Aktifnya Kundalini – bangunnya ular yang tadinya tidur di ujung bawah tulang belakang yakni tempat chakra dasar – kita, menandai mulai bangunnya DNA-DNA yang tadinya tidur (dorman) dalam tubuh fisik kita.

Inilah yang membuat banyak orang-orang yang terjaga/awaken, semakin memerhatikan kehidupan internalnya, lebih memerhatikan suara hatinya, irama Jiwanya dibanding memerhatikan pandangan atau pendapat-pendapat eksternal (orang lain, masyarakat). Karena proses terjaga / awakening membawa seseorang hidup otentik dengan Jiwanya, dengan batin (internal-)nya, bukan dengan apa yang merupakan pengaruh dari luar (eksternal). Ini juga membuat orang yang terjaga secara spiritual, mulai menyadari belief system yang tidak lagi selaras dengan perkembangan kesadaran spiritualnya. Dengan melepaskan, meninggalkan belief system atau sistem kepercayaan yang lama, yang padat, yang mengikat, yang terasa berat, orang yang terjaga mulai hidup dengan cara dan pikiran-pikiran baru yang mudah, yang ringan, yang mengalir selaras dengan Alam Semesta. Orang-orang yang terjaga/awaken, mengisi dunia dengan energi baru yang lebih ringan, lebih mudah, yang menjadi landasan bagi Bumi Baru.

Love and Light
Kosmosindo

Categories: Allgemein Spiritual

Tagged as:

kosmosindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: